Awal Mula Tercetusnya 23 April Sebagai Hari Buku adalah Karena Kematian Sastrawan Terkenal??
Apr201823

Hai Baraya Kali Ini Kita Bahas Hari Buku Yuk!!

Vector_Book_blue.svgMau Tau Kan Sejarah di tetapkannya 23 April Sebagai Hari Buku , Mengapa ? hmm … Yuk kita Tambah Pengetahuan Kita Brayy …._animated_quill_pen_writing_in_book

Gini Bray,… Hari Buku Sedunia atau dikenal pula dengan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia dan Hari Buku Internasional, merupakan hari perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 23 April.

diadakan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta.

Namun, di saat Seluruh dunia Memperingati Hari Buku 23 April, ada yang Berbeda Nih Bray dengan Di Inggris dan di Irlandia, hari perayaan ini jatuh pada hari Kamis pertama setiap bulan Maret, Kenapa Berbeda Ya Bray ? hmm … Jawabannya Gini Nih!

“Di Inggris dan Irlandia, Hari Buku Sedunia tak dirayakan setiap 23 April. Di dua negara ini, Hari Buku Sedunia diselenggarakan setiap Kamis pertama di bulan Maret. di Tahun 2012 , Inggris dan Irlandia merayakan hari buku di tanggal 1 Maret 2012. Mereka memindahkan tanggal tersebut ke awal Maret agar tidak berbentrokan dengan libur Paskah yang biasanya berkisar di tanggal itu. Selain itu, Inggris dan Irlandia juga merayakan St. George’s Day di tanggal 23 April, sehingga mereka memajukan perayaan mereka ke awal Maret.”

Hmm … Gitu Bray , Karna di dua Negara Tersebut di Tanggal 23 April Mereka Memiliki Hari Perayaan Tersendiri , Jadi Di Pindah deh … hihi :))

“Meskipun tidak merayakan di hari yang sama dengan negara lainnya, perayaan di Inggris dan Irlandia berlangsung dengan meriah. Irlandia, misalnya, menyelenggarakan festival buku sebulan penuh di ibukota negara, Dublin, yang diselenggarakan atas kerjasama UNESCO. Festival yang mengusung tema “Dublin: One City One Book”, bekerja sama dengan The Booksellers Association of Great Britain (Asosiasi Penjual Buku Inggris Raya), menerbitkan buku-buku khusus yang hanya diterbitkan dalam kesempatan ini. Selain itu, Dublin juga merayakan 100 Tahun Bram Stroker, sastrawan asal Dublin, yang terkenal dengan karyanya, Dracula.”

Wow, Seru Ya Bray , Tapi gimana Sih Sejarah Awalnya Hari Buku ?

Awalnya Bray , … Hari Buku Sedunia dirayakan pertama sekali pada tanggal 23 April 1995.

Mengapa Tanggal 23 ? Gini Nih Bray Sejarahnya ….

“Hubungan antara 23 April dengan buku pertama sekali dibuat oleh toko buku di CataloniaSpanyol pada tahun 1923. Ide awalnya berasal dari penulis Valencia, Vicente Clavel Andrés sebagai cara untuk menghargai penulis Miguel de Cervantes yang meninggal pada tanggal tersebut. Pada tahun 1995, UNESCO memutuskan Hari Buku Sedunia dan Hari Hak Cipta Sedunia dirayakan pada tanggal 23 April, sebab tanggal tersebut juga merupakan hari kematian William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega, serta hari lahir atau kematian beberapa penulis terkenal lain.”

Gitu Bray , Sejarah Tanggal 23 April sebagai Peringatan Hari Buku Yang Berkaitan dengan Kematian Sastrawan Terkenal …

jadi Selamat Hari Buku , Yuk Terus Baca Buku biar Tambah Pengetahuan nya ….

Baca Juga Ya Artikel” Lainnya di Sini Brayy …. Ingat Radio Ingat Cakra Geberrrrrrr Brayyyyy

Nov201728

Ini Baraya … Ibu Iis dan Ibu Umiyati.. Baraya Cakra yang beruntung jd Pemenang DoorPrize Umroh , di Acara Jalan Sehat 4 Tahun Radio Cakra Bandung … Yang Didukung oleh ” Sanabil Tour & Travel ”
diberangkatkan Hari ini Semoga Perjalanannya Lancar , diberikan Kesehatan dan Kembali Ke Indonesia dengan Selamat Aminnn ….

IMG-20171116-WA0008

IMG-20171116-WA0007

IMG-20171116-WA0006

IMG-20171116-WA0001

Sep201704

IMG-20170831-WA0002

 

Idul Adha merupakan salah satu dari Hari Raya besar umat islam yang di peringati sebagai bentuk dari rasa bersyukur dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Hari Raya Idul Adha di latar belakangi dari sebuah peristiwa dimana Nabi Ibrahim AS, diberi perintah oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya Nabi Ismail AS dengan cara di sembelih sebagai bagian dari bentuk ketaqwaan dan kepatuhannya terhadap Allah SWT. Kemudian karena kepatuhan dan ketaqwaannya Allah SWT menyelamatkan Nabi Ismail AS dari pisau tajam dan menggantinya dengan seekor kambing. Sejak saat itu umat muslim secara simbolis mengorbankan ternak hewan seperti Kambing, Kerbau, Domba dan Unta di Hari Raya Idul Adha.

Idul Adha sendiri sebetulnya memiliki banyak makna tidak hanya sekedar melaksanakan qurban hewan-hewan ternak saja. Tetapi juga secara tidak langsung mengajarkan bahwa Allah SWT sesungguhnya senantiasa memiliki maksud dan tujuan dalam setiap perintah-Nya. Jadi sebagai umatnya Baraya  tidak boleh ragu dalam melaksanakan perintah-Nya dan harus patuh. Begitupun saat Baraya menghadapi musibah alangkah baiknya terus bertawakal dan senantiasa yakin bahwa di balik musibah yang menimpa akan ada hikmah pelajaran dan kebaikan yang bisa dipetik untuk kehidupan Baraya.

Seperti yang Baraya pelajari dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dari keteguhan serta ketabahan hati yang dimiliki Nabi Ibrahim ini dapat pula Baraya menarik 3 inti pokok makna dalam berkurban (Idul Adha) Yang Pertama, makna berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Berkurban” itu berarti kesunggguhan manusia dengan menyerahkan segalanya kepada Allah Sang Pencipta. Seperti misalnya Nabi Ibrahim yang telah mengikhlaskan Putranya (Nabi Ismail) yang sesungguhnya sangat beliau cintai, dengan perintah Allah maka beliau rela untuk mengurbankan putranya tersebut, hal ini tentunya merupakan wujud dari penyerahan dirinya kepada Allah SWT.

Yang Kedua, dengan cara berkurban manusia tersebut diajarkan untuk berbagi kepada para mukmin lain, yang pastinya mereka kurang mampu. sepeti misalnya yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa Allah SWT selalu mempunyai alasan yang sangat kuat untuk memerintahkan para hambanya (manusia) untuk berkurban. Dengan adanya kurban ini kaum muslim yang kurang mampu juga ikut merasakan bagaimana indahnya islam dengan adanya hari kurban tersebut. Yang Ketiga, dengan berkurban keikhlasan dari manusia itu pastinya diuji, diuji dari sifat rakus dan tamak akan harta dunia yang mereka senangi. Kurban itu berarti memberikan apa yang telah Baraya cintai (duniawi) serta apa yang Baraya sayangi, dalam hal ini adalah harta yang Baraya miliki, yakni dengan cara berkurban tersebut.

Semoga dengan memperingati Idul Adha kita sebagai umat muslim bisa semakin memiliki hubungan erat antar saudara. Dan juga senantiasa diberikan hati yang lapang dan ikhlas dalam berbagi. Karena kurban adalah pertanda cinta, yakni cinta kepada sang khalik dan cinta kepada sesama. selamat hari raya idul adha 1438 hijriah. semoga esensi utama dari kurban akan senantiasa tertanam dalam setiap jiwa dan hati kita semua

Ingat Radio Ingat Cakra

Geber Bray

Aug201721

700x466xwr-supratman-700x466.jpg.pagespeed.ic_.PKPJUzhf-C

Sebagai warga negara Indonesia,pasti sudah tidak asing dong dengan lagu-lagu nasional terutama lagu indonesia raya. Lagu ini menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia. Di lingkungan tempat tinggal, sekolah ataupun tempat kerja lagu Indonesia Raya biasa dinyanyikan pada saat upacara bendera.

Ternyata banyak juga yang beranggapan bahwa menyanyikan lagu indonesia raya tidak harus selalu dalam acara atau upacara resmi kenegaraan. Bisa saja Baraya menyanyikan lagu Indonesia Raya pada saat hari-hari biasa semisal pada saat pembukaan konser musik, atau Lagu Indonesia Raya di cover dengan aransemen musik yang lebih modern dan dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi masa kini. Tapi benarkah boleh demikian ?

Itu sebabnya kali ini kita akan membahas mengenai fakta dan juga aturannya dalam menyanyikan lagu Indonesia raya yang benar seperti apa……

Cerita singkat di balik komponis Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Lagu “Indonesia Raya” merupakan hasil karya gubahan komponis Indonesia bernama Wage Rudolph Soepratman, yang lahir di Jatinegara, 9 Maret 1903. Wage Rudolph Soepratman saat itu adalah guru yang dihormati. Lebih dikenal sebagai W.R. Soepratman, Ia juga pernah menjadi wartawan surat kabar “Kaoem Moeda” dan pengarang buku. Bakat musiknya terlihat dari hobinya bermain biola. Ia cukup dipandang karena merupakan putra dari Sersan Instruktur Mas Senen Sastrosoehardjo. Lagu Indonesia Raya yang digubah pada tahun 1924 banyak dianggap sebagai salah satu lagu kebangsaan terbaik di dunia, sejajar dengan The Star Spangled Banner milik Amerika Serikat dan God Save The Queen-nya Inggris. Telah disimpan naskah asli Indonesia Raya, yang pertama kali diperdengarkan dalam Kongres Pemuda II di Jakarta, 28 Oktober 1928, yang kemudian diubah sesuai kesepakatan bersama.

Penggunaan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya itu WAJIB pada momen-momen yang ditetapkan.

Begitu sakralnya makna Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sehingga momen penggunaannya pun telah diatur secara tegas. Sesuai dengan UU Nomor: 24 tahun 2009 Bab V bagian kedua terkait penggunaan lagu kebangsaan, pasal 59 ayat (1),Lagu Kebangsaan WAJIB diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:

  1. Untuk menghormati Presiden dan/atau Wakil Presiden;
  2. Untuk menghormati Bendera Negara pada waktu pengibaran atau penurunan Bendera Negara yang diadakan dalam upacara;
  3. Dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah;
  4. Dalam acara pembukaan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah;
  5. Untuk menghormati kepala negara atau kepala pemerintahan negara sahabat dalam kunjungan resmi
  6. Dalam acara atau kegiatan olahraga internasional; dan
  7. Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Terlepas dari momen-momen yang mewajibkan untuk menyanyikannya, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga boleh digunakan untuk momen tertentu. pada pasal 59 ayat (2) disebutkan bahwa Lagu Kebangsaan dapat diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:

  1. Sebagai pernyataan rasa kebangsaan;
  2. Dalam rangkaian program pendidikan dan pengajaran;
  3. Dalam acara resmi lainnya yang diselenggarakan oleh organisasi, partai politik, dan kelompok masyarakat lain; dan/atau
  4. Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni internasional

Penggunaan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pun diatur secara pasti.

Mulai dari cara menggunakan sampai cara bersikap saat menyanyikan pun telah diatur dengan jelas. Menurut pasal 60 pada bagian ketiga UU, tata cara penggunaan Lagu Kebangsaan adalah sebagaimana berikut:

  • Lagu Kebangsaan dapat dinyanyikan dengan diiringi alat musik, tanpa diiringi alat musik,ataupun diperdengarkan secara instrumental.
  • Lagu Kebangsaan yang diiringi alat musik, dinyanyikan lengkap satu strofe, dengan satu kali ulangan pada refrein.
  • Lagu Kebangsaan yang tidak diiringi alat musik, dinyanyikan lengkap satu stanza pertama, dengan satu kali ulangan pada bait ketiga stanza pertama.

Sebagai tambahan dari pasal 61, apabila Lagu Kebangsaan dinyanyikan lengkap tiga stanza, bait ketiga pada stanza kedua dan stanza ketiga dinyanyikan ulang satu kali. Sementara sikap hadirin tertulis pada Pasal 62 yang berisi bahwa setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.

Jangan sembarangan menggunakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karena larangannya telah tertulis secara jelas.

Jika Baraya berniat meng-cover atau menggunakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dalam karyamu dan berbagai acaramu, Baraya juga perlu memperhatikan larangan ini. Berdasarkan pasal 64 di bagian keempat UU Nomor: 24 tahun 2009, setiap orang dilarang:

  1. Mengubah Lagu Kebangsaan dengan nada, irama, katakata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan Lagu Kebangsaan;
  2. Memperdengarkan, menyanyikan, ataupun menyebarluaskan hasil ubahan Lagu Kebangsaan dengan maksud untuk tujuan komersial; atau
  3. Menggunakan Lagu Kebangsaan untuk iklan dengan maksud untuk tujuan komersial.

Itu dia beberapa aturan dan tata cara dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya, jadi intinya undang-undang negara sudah mengatur dan memberi batasan yang jelas mengenai seperti apa dan harus bagaimana dalam menyanyikan lagu kebangsaan ini. yang jelas Baraya harus berhati hati dalam menyanyikan dan harus tahu bagaimana sikap yang harus digunakan pada saat sedang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi Baraya semua…:D.

Selamat HUT RI ke-72…Indonesia satu Kerja Sama !!!

#IngatRadioIngatCakra

#GeberMerdekaBray

Aug201710

1108074nias-3780x390

#BUDAYAUNIKINDONESIA

Indonesia termasuk negara yang memiliki banyak sekali keberagaman budaya, adat istiadat, serta kekayaan flora dan faunanya. Sehingga Indonesia menjadi negara yang unik di mata dunia. Tidak heran jika Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk di kunjungi. Membicarakan negeri kita tercinta ini, memang tidak ada habisnya dan kali ini mimin mau memberi info seputar salah satu budaya yang unik dan cuma ada di Indonesia.

Berbicara tentang budaya setiap daerah memiliki ritual unik yang biasa dilakukan di masyarakatnya. Nah salah satu contohnya adalah ritual khusus yang dilakukan setiap kali ada anggota keluarga atau masyarakat yang dianggap sudah cukup umur alias dewasa. Nah untuk menandainya biasanya mereka melakukan ritual unik apa saja sih ritualnya ? mari kita kupas satu persatu…..

KERIK GIGI

Ritual yang mirip dengan Suku Dhawe ini dilakukan oleh Suku Mentawai di Sumatera Barat. Umumnya gigi yang dikerik akan dibuat meruncing. Mereka yang melakukan ini harus menahan sakit karena prosesnya cukup menyakitkan dan tentunya tanpa obat bius sama sekali.

SORONGI’IS

Di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur terdapat Suku Dhawe yang memiliki ritual khusus penanda kedewasaan. Remaja yang sudah dianggap memasuki usia dewasa di suku Dhawe akan dipotong giginya atau dikenal dengan istilah Sorongi’is. Sorongi’is dilakukan dengan cara menancapkan batu asah kecil ke gigi orang yang melakukan ritual tersebut. Setelah tertancap, batu asah tersebut digosok-gosok secara berulang kali.

PENAMOU

Di Suku Naulu yang berada di Petuanan Negeri, Dusun Bonara, Kecamatan Seram Utara, Pulau Seram, memiliki tradisi khusus sebagai penanda jenjang kedewasaan seseorang dalam sukunya. Tradisi yang dinamakan Penamou tersebut hanya dilakukan oleh wanita saja, khususnya yang sudah datang bulan. Penamou dilakukan dengan cara mengasingkan gadis yang sedang datang bulan tersebut ke sebuah rumah khusus. Mereka tidak boleh berinteraksi dengan siapapun. Para lelaki pun tak boleh melewati rumah tersebut.

FAHOMBO

Fahombo juga disebut sebagai lompat batu. Ritual ini dilakukan oleh orang-orang di Desa Bawomatoluo di Nias Selatan. Falombo ini hanya dilakukan oleh para lelaki yang sudah cukup umur dan dianggap dewasa.  Jika seorang laki-laki yang ingin memperoleh predikat sebagai pria dewasa, maka dia harus melakukan Fahombo atau melompati batu dengan ketinggian tertentu.

Nah itu dia beberapa adat budaya yang masih dilakukan oleh masyarakat Indonesia, meskipun sekarang zamannya sudah maju dan mungkin ada beberapa ritual yang dianggap unik atau bahkan diluar kebiasaan orang modern, akan tetapi sudah sepatutnya kita mengetahui dan menjaga kelestariannya. Karena biar bagaimanapun budaya indonesia merupakan salah satu warisan leluhur yang patut dilestarikan.

#IngatRadioIngatCakra

#GeberMerdekaBray

1234...16berikutnyaHalaman 1 dari 5