Toko CD dan kaset gulung tikar??
Jan201611

Industri musik Indonesia menyambut tahun baru 2016 dengan sebuah langkah yang berat. Salah satunya adalah dengan adanya  kenyataan bahwa rilisan fisik yang semakin kehilangan ‘rumah’-nya.

Isu penutupan outlet Disc Tarra sepertinya menjadi klimaks dari semuanya, bray. Kenyataan bahwa Disc Tarra menjadi outlet dengan jaringan terbesar di Indonesia pun menjadi alasan kenapa kabar itu begitu menyakitkan. Baraya pasti pernah dong beli langsung di toko kaset?

Bukan hanya bicara Disc Tarra, sederet toko CD lainnya pun begitu menyakitkan harus mendapatkan kenyataan mereka harus tutup. Dimulai dari Aquarius Mahakam hingga beberapa outlet Duta Suara yang akhirnya juga tutup.
Memang sebagian orang melihat, masih ada peluang dalam penjualan digital. Tapi tak bisa dipungkiri toko musik adalah salah satu rongga kehidupan dari industri musik Indonesia. Apalagi kalau kita ingat jaman dulu ya bray. Begitu ada lagu yang kita suka pasti langsung menuju toko kaset untuk koleksi.

Bicara soal resolusi 2016 pun, penjualan langsung lewat sebuah toko musik pun sudah bukan jadi prioritas utama. Para label Indonesia lebih memilih jalur singkat lewat merilis single atau mengacu ke penjualan online lewat iTunes atau sekarang lagi tren lewat beberapa online shop.

Pertanyaan nyiyir pun kembali ke permukaan. Apa jadinya industri musik tanpa toko CD dan kaset?
Zaman terus berubah, teknologi akan terus semakin canggih. Tapi apakah itu jadi alasan untuk menghilangkan sebuah akar dari distribusi rilisan fisik? Sepertinya sungguh ironis jika jawabannya adalah iya.

Tutupnya beberapa toko CD dan kaset tersebut membuat kalangan penikmat musik gusar dan gelisah. Tak sedikit dari mereka mengungkapkan pendapatnya lewat kicauan di media sosial.
Mereka seperti satu suara kecewa dengan tutupnya toko CD dan kaset di Indonesia.

“Ternyata bukan cuma DiscTarra, Duta Suara pun akan segera tutup.,” kicau pemilik akun @wustuk.
“Rip Duta Suara, tempat terakhir gw beli CD setelah Aquarius kandas. Menyedihkan. Jujur skrg krg tau lg,” kicau pemilik akun ‏@FajarAdiNugroho.

Tapi tak semua orang tak melulu gusar dengan tutupnya toko CD dan kaset. Beberapa orang pun seperti merefleksikan dirinya sendiri kenapa akhirnya toko CD dan kaset bisa tutup.
“Kalo jarang banget beli cd di Disc Tarra atau bahkan gak pernah, ya jangan lebay. Simpel, toko tutup karena minim pembeli,”

Setelah Aquarius Mahakam yang tutup pada Desember 2013 lalu, dua toko CD dan kaset lainnya mengikuti jejaknya. Disc Tarra menutup puluhan outlet-nya dan Duta Suara menutup beberapa outlet di Indonesia.