Oct201612

2016-05-22-18-12-33-MuseumSriBadugaBandung

                  Biasanya sebagian orang memutuskan untuk menghabiskan waktu luang pergi ke tempat-tempat seru seperti taman bermain, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat rekreasi lainnya yang sedang booming. Tapi tahukah Baraya kalau selain tempat-tempat itu ada satu tempat yang sebetulnya sangat menarik untuk dikunjungi. Tempat itu adalah museum, selain menarik di museum juga bisa menjadi tempat bagi Baraya untuk mengenal dan mempelajari sejarah seperti peninggalan kuno, baik dari segi seni dan keilmuan. Sayangnya  museum seolah sepi dari kunjungan masyarakat dan anak-anak. Padahal, di sana adalah sumber ilmu pengetahuan dan sejarah yang patut diketahui oleh generasi muda penerus bangsa. Berikut ini adalah beberapa museum yang terkenal di Bandung…

  1. Museum Geologi

Museum di Bandung yang didirikan terkait dengan sejarah penyelidikan geologi di Indonesia sejak 1850an ini terletak di Jalan Diponegoro. Museum yang sangat terkenal di Jawa Barat ini memiliki beberapa ruang diantaranya adalah Ruang Geologi Indonesia, ruang sejarah kehidupan, ruang sumber daya geologi di lantai dua, serta ruang manfaat dan bencana geologi di lantai dua barat. Dengan harga tiket sekitar Rp. 2.500,- museum ini menampilkan tidak hanya geologi pulau-pulau di Indonesia, namun juga fosil-fosil serta informasi tentang terbentuknya Bandung secara geologi dan artefak juga fauna yang pernah hidup di dalamnya. Sumber daya alam Indonesia dan di bumi pun disajikan serta tidak lupa informasi pemanfaatan sumber daya geologi dari zaman ke zaman dan juga informasi bencana geologi.

  1. Museum Konferensi Asia Afrika

Museum di Bandung yang dirintis sejak 1974 ini terletak di Jalan BKR Nomor 185, tepat berhadapan dengan Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegalega. Namanya diambil dari nama raja Pakwan Pajajaran sekitar abad ke-16 Masehi, yakni Sri Baduga. Museum sejarah penduduk dan daerah Bandung khususnya dan Sunda umumnya ini memiliki koleksi barang-barang seni budaya Jawa Barat terkait biologi, etnografi, arkeologi, numismatik, filologi, dermatologi, seni murni dan teknologi. Pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan wayang pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

  1. Museum Pos Indonesia

Museum tertua di kota Bandung yang dibuka sejak tahun 1931 ini didirikan dan diresmikan kembali pada tanggal 27 September 1983. Museum ini menempati ruang bawah Kantor Pusat PT Pos Indonesia yang terletak di sayap kanan Gedung Sate yang berlokasi tepatnya di Jalan Cilaki No. 73, buka setiap hari kerja pada pukul 9 hingga pukul 4 sore dengan tiket gratis. Museum di Bandung ini memiliki koleksi ribuan perangko dari penjuru dunia, sekitar 114.984 perangko yang berasal dari 178 negara dengan 8.644 diantaranya merupakan perangko terbitan dalam negeri. Tidak hanya itu, museum ini juga memiliki surat-surat emas dari berbagai raja-raja nusantara kepada pihak asing, bis surat (brievenbus) pada zaman Hindia Belanda, dan kereta gerobak pos paling tua di Indonesia.

  1. Museum Barli

Museum yang diresmikan pada tanggal 26 Oktober 1992 dan berlokasi di Jalan Prof. Dr. Sutami 91 ini didirikan sebagai sarana apresiasi seni khususnya karya pelukis terkemuka Bandung, Barli Asmitawinata. Barli merupakan seorang illustrator, dosen, dan pelukis angkatan 1935 bersama dengan Affandi, Hendra Gunawan, Wahdi Sumanta, dan Sudarso yang lahir di Bandung pada tanggal 18 Maret 1921. Salah satu karyanya yang terkenal adalah lambang harimau Divisi Siliwangi yang pertama pada 1946. Di dalam museum ini pengunjung dapat menyaksikan perkembangan gaya seni lukis Barli, mulai dari aliran realisme, impresionisme dan ekspresionisme.

  1. Museum Mandala Wangsit

Museum yang dibangun sekitar 1910 dan berlokasi di Jalan Lembong No. 38 ini awalnya berfungsi sebagai markas Divisi Siliwangi pertama di Bandung. Pada tanggal 23 Mei 1966 museum ini diresmikan oleh Pangdam III/Siiliwangi ke-8 sebagai pengingat dan pewarisan perjuangan 45 kepada generasi muda. Koleksinya terdiri dari benda-benda sejarah pada masa perjuangan kemerdekaan, di antaranya adalah senjata tradisional berbentuk kujang, keris, pedang, golok, tombak, panah, pedang bambu, samurai, dan senjata api dari berbagai jenis. Selain itu, terdapat juga foto-foto perjuangan antara tahun 1945-1949 serta dilengkapi lukisan diorama dan ruang audio visual untuk pemutaran film documenter. Beberapa pengunjung di tahun 1990an mengingat museum ini sebagai museum paling membuat bulu kuduk berdiri karena diorama dan pencahayaannya yang cukup gelap.

  1. Museum Kereta Api

Museum yang memiliki nama resmi Graha Parahyangan Railways Museum and Gallery ini diresmikan pada tanggal 21 Juni 2010. Museum dan geleri ini berlokasi di Jalan Dayang Sumbi No. 10. Koleksinya merupakan berbagai macam peninggalan sejarah yang berhubungan dengan perkeretaapian di Indonesia diantaranya adalah mesin pembuat karcis, mesin cetak tanggal karcis, alat komunikasi telegraf, telepon kayu, serta alat hitung odhever. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat ilustrasi dari stasiun-stasiun kereta yang ada di pulau jawa, termasuk museum kereta api di Indonesia lainnya yaitu Museum Kereta Api Ambarawa dan gedung bersejarah Lawang Sewu.

  1. Museum Wolff Schoemaker

Museum yang berlokasi di lantai dasar Hotel Prama Grand Preanger Bandung, Jalan Asia Afrika Nomor 81 ini diresmikan 25 November 2013. Museum ini didirikan sebagai penghormatan kepada Charles Prosper Wolff Schoemaker (1882-1949), seorang arsitek Belanda yang berjasa merenovasi bangunan hotel ini dan turut dibantu oleh Ir. Sukarno. Schoemaker sendiri terkenal di kalangan arsitektur lokal karena banyak merancang gedung-gedung di Bandung dengan gaya Art Deco, di antaranya Villa Isola, Cathedral Bandung, Bethel Church, Teropong Bintang Bosscha, dan Gedung Merdeka. Museum ini buka dari pukul 11 siang hingga pukul 5 sore dan tutup di hari Minggu dengan harga tiket gratis.

  1. Museum Pendidikan Nasional

Museum yang diresmikan pada tanggal 2 Mei 2015 dan dibuka untuk umum pada tanggal 25 November 2015 ini berlokasi di kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No. 229. Salah satu museum di Bandung ini buka Selasa-Minggu dengan hari libur mengikuti liburan nasional dengan harga tiket awal Rp. 5.000,-. Museum ini memiliki lima lantai yang dilengkapi dengan taman dan out door café pada lantai teratasnya. Masing-masing lantai memiliki ciri dan fasilitas masing-masing serta didukung dengan interior yang futuristik sehingga kesan museum yang kuno tidak terasa. Sesuai dengan namanya, museum ini merekam cerita pendidikan di Indonesia dari jaman kolonial hingga sekarang dan juga sejarah UPI mulai dari pendiriannya di tahun 1954 hingga kini serta proyeksinya di masa depan. Tidak lupa sejarah gedung Isola yang merupakan ikon kampus UPI pun ikut disajikan.

  1. Museum Mainan

Museum di Bandung ini didirikan oleh swasta, atau tepatnya didirikan oleh komunitas. Berlokasi di Jalan Sunda No. 39A, museum yang berawal dari sekumpulan penggemar dan kolektor mainan yang bernama Zero Toys ini memberlakukan tiket gratis. Mainan koleksinya kebanyakan merupakan mainan tahun 1980an dan lebih banyak berupa robot seperti robot Voltus V, Starwars, Ghostbusters, Unicorn Gundam Attack Mode, Vintage Kenner Starwash, Banksky Diorama, dll. Selain itu ada juga koleksi mainan jadul, poster karakter mainan, hingga Sony Betamax yang terkenal pada jamannya.

Nah itu dia Baraya beberapa museum – museum seru yang bisa Baraya kunjungi di hari libur bersama keluarga. Tentunya dibutuhkan peran serta bersama agar museum dapat dilestarikan karena banyak menyimpan sejarah pejuangan bangsa dan ilmu pengetahuan yang harus disebarluaskan kepada generasi penerus bangsa. Selamat Hari Museum Nasional.