Fakta Unik Tentang Radio
Sep201422

Jangan ngaku suka dengerin radio kalau Baraya Cakra ga tau sejarah munculnya radio di Indonesia! Supaya makin pinter kita bakalan ngebahas tentang sejarah radio di indonesia. Ini dia sejarahnya:Fungsi Radio pertama kali adalah sebagai alat perang urat syaraf dengan maklumat resmi Tenno Heika tanggal 8 Desember 1941. Perang pasifik mulai berkobar dan Jepang menggunakan siaran radio sebagai alat psywar atau perang urat syaraf terhadap negara-negara Asia yang hendak dikuasainya. Semboyan mereka adalah untuk memerdekakan bangsa-bangsa Asia yang masih dijajah dan selanjutya untuk bersama-sama membangun Asia Timur Raya yang makmur.

Sejarah Radio Republik Indonesia bermula sejak kejadian dimana dihentikannya siaran radio tanggal 19 Agustus 1945. Akibatnya masyarakat menjadi buta berita. Yang sangat menggelisahkan masyarakat adalah tidak diketahui apa yang harus dilakukan setelah Indonesia diproklamasikan sebagai negara merdeka sejak 17 Agustus 1945.

Akhirnya tanggal 11 September 1945, tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Berkumpul di dirikan di rumah Adang Kadarusman Jalan Menteng Dalam Jakarta yang menghasilkan keputusan mendirikan Radio Republik Indonesia dengan memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama.

Radio siaran yang pertama di Indonesia (waktu itu bernama Nederlands Indie – Hindia Belanda), ialah Bataviase Radio Vereniging (BRV) di Batavia (Jakarta Tempo dulu), yang resminya didirikan pada tanggal 16 Juni 1925, jadi lima tahun setelah di Amerika Serikat, tiga tahun setelah di Inggris dan di Uni Soviet.

Saat ini radio berfungsi sebagai hiburan dan tempatnya mendengarkan lagu-lagu musik yang beraneka ragam dan aneka generasi.

Namun selain itu bagi orang, radio semakin jelas, bahwa dalam situasi yang demikian, siaran radio merupakan alat yang mutlak diperlukan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk berhubungan dan memberi tuntunan kepada rakyat, apa yang harus dikerjakan dan disampaikan untuk pendengar.