Sep201704

IMG-20170831-WA0002

 

Idul Adha merupakan salah satu dari Hari Raya besar umat islam yang di peringati sebagai bentuk dari rasa bersyukur dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Hari Raya Idul Adha di latar belakangi dari sebuah peristiwa dimana Nabi Ibrahim AS, diberi perintah oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya Nabi Ismail AS dengan cara di sembelih sebagai bagian dari bentuk ketaqwaan dan kepatuhannya terhadap Allah SWT. Kemudian karena kepatuhan dan ketaqwaannya Allah SWT menyelamatkan Nabi Ismail AS dari pisau tajam dan menggantinya dengan seekor kambing. Sejak saat itu umat muslim secara simbolis mengorbankan ternak hewan seperti Kambing, Kerbau, Domba dan Unta di Hari Raya Idul Adha.

Idul Adha sendiri sebetulnya memiliki banyak makna tidak hanya sekedar melaksanakan qurban hewan-hewan ternak saja. Tetapi juga secara tidak langsung mengajarkan bahwa Allah SWT sesungguhnya senantiasa memiliki maksud dan tujuan dalam setiap perintah-Nya. Jadi sebagai umatnya Baraya  tidak boleh ragu dalam melaksanakan perintah-Nya dan harus patuh. Begitupun saat Baraya menghadapi musibah alangkah baiknya terus bertawakal dan senantiasa yakin bahwa di balik musibah yang menimpa akan ada hikmah pelajaran dan kebaikan yang bisa dipetik untuk kehidupan Baraya.

Seperti yang Baraya pelajari dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dari keteguhan serta ketabahan hati yang dimiliki Nabi Ibrahim ini dapat pula Baraya menarik 3 inti pokok makna dalam berkurban (Idul Adha) Yang Pertama, makna berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Berkurban” itu berarti kesunggguhan manusia dengan menyerahkan segalanya kepada Allah Sang Pencipta. Seperti misalnya Nabi Ibrahim yang telah mengikhlaskan Putranya (Nabi Ismail) yang sesungguhnya sangat beliau cintai, dengan perintah Allah maka beliau rela untuk mengurbankan putranya tersebut, hal ini tentunya merupakan wujud dari penyerahan dirinya kepada Allah SWT.

Yang Kedua, dengan cara berkurban manusia tersebut diajarkan untuk berbagi kepada para mukmin lain, yang pastinya mereka kurang mampu. sepeti misalnya yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa Allah SWT selalu mempunyai alasan yang sangat kuat untuk memerintahkan para hambanya (manusia) untuk berkurban. Dengan adanya kurban ini kaum muslim yang kurang mampu juga ikut merasakan bagaimana indahnya islam dengan adanya hari kurban tersebut. Yang Ketiga, dengan berkurban keikhlasan dari manusia itu pastinya diuji, diuji dari sifat rakus dan tamak akan harta dunia yang mereka senangi. Kurban itu berarti memberikan apa yang telah Baraya cintai (duniawi) serta apa yang Baraya sayangi, dalam hal ini adalah harta yang Baraya miliki, yakni dengan cara berkurban tersebut.

Semoga dengan memperingati Idul Adha kita sebagai umat muslim bisa semakin memiliki hubungan erat antar saudara. Dan juga senantiasa diberikan hati yang lapang dan ikhlas dalam berbagi. Karena kurban adalah pertanda cinta, yakni cinta kepada sang khalik dan cinta kepada sesama. selamat hari raya idul adha 1438 hijriah. semoga esensi utama dari kurban akan senantiasa tertanam dalam setiap jiwa dan hati kita semua

Ingat Radio Ingat Cakra

Geber Bray