Fakta Gedung Merdeka
Apr201528

Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) sudah selesai digelar. Tapi, tau gak  sih Baraya soal fakta menarik dari tempat dilaksanakannya KAA? Berikut 4 fakta unik tentang Gedung Merdeka:

1. Dibangun untuk tempat berkumpulnya para sosialita

Societeit Concordia, begitu nama Gedung Merdeka saat pertama kali dibangun tahun 1895. Gedung ini digunakan sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi masyarakat Belanda yang tinggal di Bandung.

Saat akhir pekan, Societeit Concordia dipenuhi orang Belanda yang bertemu dan berdansa. Mulai dari perwira, pengusaha, sampai pegawai perkebunan berkumpul di gedung ini. Mereka juga biasa menonton pertunjukan kesenian sambil makan malam.

2. Direnovasi dan dirancang ulang oleh dua Guru Besar ITB

Pada 1926, Societeit Concordia direnovasi seluruhnya oleh Van Galen Last dan CP Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar di Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng) yang kemudian dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB).

Gedung ini menempati area seluas 7.500 m2. Bangunannya dibuat bergaya art deco, lengkap dengan lantai marmer dan lampu kristal yang mewah.

3. Berganti nama pada masa pendudukan Jepang

Pada masa pendudukan Jepang, Societeit Concordia berganti nama menjadi Dai Toa Kaman. Gedung ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan.

Namun pada masa proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, gedung ini digunakan sebagai markas pemuda Indonesia guna menghadapi tentara Jepang. Saat inilah namanya berubah menjadi Gedung Merdeka.

4. Dari Gedung Konstituante sampai MPRS

Usai menjadi tempat perhelatan Konferensi Asia Afrika pada 1955, fungsi Gedung Merdeka berubah-ubah seiring situasi pemerintahan. Saat terbentuk Dewan Konstituante pada 1955, gedung ini dijadikan Gedung Konstituante. Namun tak bertahan lama karena Dewan Konstituante dibubarkan karena dipandang gagal melaksanakan tugas utamanya, yakni menetapkan dasar negara dan UUD.

Selanjutnya, Gedung Merdeka sempat menjadi Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang terbentuk tahun 1960. Gedung ini juga pernah menjadi tempat digelarnya Konferensi Islam Asia Afrika pada 1965.