Jan201716

Zoe

Selama ini mungkin kita hanya memahami kalau yang bisa mengalami depresi itu hanya orang dewasa saja. Sementara anak-anak, dunianya masih penuh warna sehingga rasanya mustahil mereka mengalami depresi. Tak ternyata dalam sejumlah kasus, anak-anak juga bisa mengalami depresi.

Mungkin agak aneh ya, benarkah anak-anak sudah bisa terkena depresi? Meski balita secara psikologis rasanya masih terlalu belia untuk mengalami yang namanya depresi tapi nyatanya mereka juga bisa mengalami depresi. Nah Baraya Cakra jangan sampai terlambat mengetahuinya agar nantinya bisa diatasi dengan tepat dan cepat. Yuk kenali gejala si kecil jika mengalami depresi.

  • Susah Meluapkan Kebahagiaan

Jika anak jadi terlihat susah untuk bahagia atau meluapkan rasa senangnya. Salah satu tanda depresi yang umum terjadi adalah mengalami anhedonia, suatu keadaan di mana seseorang tidak mendapat kesenangan dari melakukan kegiatan-kegiatan yang dulu menyenangkannya atau membuatnya bahagia.

Bila anak mulai terlihat tak lagi menyukai atau bahagia dengan mainan yang dulu begitu disukainya, kita perlu segera mewaspadai sikapnya. Apalagi jika anak sering terlihat lesu dan tak bersemangat tanpa sebab atau alasan yang pasti, kita sebagai orang tua harus segera memberinya perhatian.

  • Gampang Rewel

Anak selalu gampang meledak-ledak dengan emosinya. Mudah sekali ia ngambek dan kesal. Untuk membuatnya tenang butuh usaha yang sangat keras. Dan terjadinya bukan cuma sekali dua kali tapi berkali-kali.

  • Seringkali Gelisah

Selalu saja ada hal yang membuatnya tak tenang. Hal-hal kecil dan sepele bisa dengan mudahnya membuatnya gelisah. Emosinya sangat tidak stabil. Saat ada sesuatu yang mengusiknya, anak bisa sangat mudah menangis dan ngambek.

  • Pola Makan Mendadak Berubah

Jika dulu rutin sekali makannya dan tidak rewel apalagi pilih-pilih makanan, kini anak jadi susah sekali untuk disuruh makan. Nafsu makannya seringkali berkurang. Akibatnya anak pun jadi gampang jatuh sakit.

  • Lebih Sering Menyendiri

Mood anak kadang memang susah untuk ditebak. Tapi kalau sikapnya makin sering menyendiri atau sengaja mengucilkan diri, kita perlu memberi pendekatan yang lebih intensif dari sebelumnya. Anak yang depresi kadang lebih memilih untuk memendam perasaannya dan susah untuk percaya pada orang lain bahkan pada orang tuanya sekalipun. Apalagi jika masih balita dan kosakatanya terbatas, maka ia akan makin kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya.

Itulah beberapa ciri jika balita terkena depresi, dan sudah jadi tugas kita sebagai orang tua  untuk selalu siap mendampingi anak dan memastikan tumbuh kembangnya berjalan dengan baik. Saat anak mulai menunjukkan perubahan sikap dan perilaku yang aneh, beri perhatian lebih padanya, ya Baraya Cakra. 

Sep201622

teh hijau

Kenapa sih kalau habis makan daging suka ada perasaan pusing dan mual bahkan tidak jarang merasa enek. Bisa jadi loh perasaan itu muncul akibat lemak dalam darah Baraya naik alias kolestrol dan gara-gara kolestrol naik Baraya jadi mabuk daging. Supaya menghindari hal-hal yang engga diinginkan, sekarang waktunya Baraya mulai menyeimbangkan asupan makanan dengan mengkonsumsi makanan rendah lemak dan kolestrol. Berikut ini ada beberapa makanan yang wajib Baraya konsumsi usai makan daging untuk menurunkan kolestrol…

  1. Almond

Kehadiran nutrisi penting dan serat dalam almond memungkin untuk menurunkan kolesterol jahat usai ‘pesta daging’ saat Idul Adha. Beberapa studi juga telah menemukan bahwa konsumsi harian almond dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

  1. Oat

Oat merupakan serat larut yang dianggap efektif dalam menurunkan kolesterol jahat pasca ‘pesta daging’ di Hari Raya Idul Adha. Jadi, mengonsumsi semangkuk oatmeal termasuk langkah tepat menurunkan kolesterol jahat usai Idul Adha.

  1. Salmon

Salmon dikemas dengan asam lemak omega 3 yang bagus untuk mengurangi kolesterol jahat. Selain itu, salmon juga memiliki protein yang berperan penting dalam menurunkan kolesterol jahat usai ‘pesta daging’ di Hari Raya Idul Adha.

  1. Jus jeruk

Jus jeruk sangat efektif dalam meningkatkan kolesterol baik. Perlu diingat, meningkatnya kolesterol baik dapat menurunkan kolesterol jahat dalam aliran darah. Hal ini karena kandungan vitamin C dalam jus jeruk menyebabkan penurunan kolesterol jahat.

  1. Minyak zaitun

Minyak zaitun dapat membantu menurunkan kolesterol. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa tingginya kandungan lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun dapat menurunkan kolesterol jahat secara signifikan.

  1. Teh hijau

Teh hijau dikenal sebagai asupan super penuh senyawa penting untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Hanya minum secangkir teh hijau hangat dapat mengurangi kolesterol jahat usai ‘pesta daging’ di Hari Raya Idul Adha.

  1. Alpukat

Alpukat adalah buah yang sangat baik untuk menurunkan kolesterol jahat. Hal ini karena alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan.

Itu dia beberapa cara yang bisa Baraya coba supaya kadar kolestrol dalam darah turun. Dan akhirnya bisa makan enak tanpa merasa pusing atau mual. selamat mencoba ya bray…

 

 

Tips Hilangkan Stress Dengan Seketika!
Jun201621

Semua orang pasti pernah deh ngerasain yang namanya stress apalagi kalau lagi banyak kerjaan atau tugas entah itu tugas rumah, kantor kuliah atau sekolah. Nah biar stress hilang seketika berikut adalah beberapa cara yang bisa Baraya lakukan kalau sedang stress… [baca selengkapnya…]

sebelumnya123456...13berikutnyaHalaman 4 dari 7