Aug201721

700x466xwr-supratman-700x466.jpg.pagespeed.ic_.PKPJUzhf-C

Sebagai warga negara Indonesia,pasti sudah tidak asing dong dengan lagu-lagu nasional terutama lagu indonesia raya. Lagu ini menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia. Di lingkungan tempat tinggal, sekolah ataupun tempat kerja lagu Indonesia Raya biasa dinyanyikan pada saat upacara bendera.

Ternyata banyak juga yang beranggapan bahwa menyanyikan lagu indonesia raya tidak harus selalu dalam acara atau upacara resmi kenegaraan. Bisa saja Baraya menyanyikan lagu Indonesia Raya pada saat hari-hari biasa semisal pada saat pembukaan konser musik, atau Lagu Indonesia Raya di cover dengan aransemen musik yang lebih modern dan dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi masa kini. Tapi benarkah boleh demikian ?

Itu sebabnya kali ini kita akan membahas mengenai fakta dan juga aturannya dalam menyanyikan lagu Indonesia raya yang benar seperti apa……

Cerita singkat di balik komponis Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Lagu “Indonesia Raya” merupakan hasil karya gubahan komponis Indonesia bernama Wage Rudolph Soepratman, yang lahir di Jatinegara, 9 Maret 1903. Wage Rudolph Soepratman saat itu adalah guru yang dihormati. Lebih dikenal sebagai W.R. Soepratman, Ia juga pernah menjadi wartawan surat kabar “Kaoem Moeda” dan pengarang buku. Bakat musiknya terlihat dari hobinya bermain biola. Ia cukup dipandang karena merupakan putra dari Sersan Instruktur Mas Senen Sastrosoehardjo. Lagu Indonesia Raya yang digubah pada tahun 1924 banyak dianggap sebagai salah satu lagu kebangsaan terbaik di dunia, sejajar dengan The Star Spangled Banner milik Amerika Serikat dan God Save The Queen-nya Inggris. Telah disimpan naskah asli Indonesia Raya, yang pertama kali diperdengarkan dalam Kongres Pemuda II di Jakarta, 28 Oktober 1928, yang kemudian diubah sesuai kesepakatan bersama.

Penggunaan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya itu WAJIB pada momen-momen yang ditetapkan.

Begitu sakralnya makna Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sehingga momen penggunaannya pun telah diatur secara tegas. Sesuai dengan UU Nomor: 24 tahun 2009 Bab V bagian kedua terkait penggunaan lagu kebangsaan, pasal 59 ayat (1),Lagu Kebangsaan WAJIB diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:

  1. Untuk menghormati Presiden dan/atau Wakil Presiden;
  2. Untuk menghormati Bendera Negara pada waktu pengibaran atau penurunan Bendera Negara yang diadakan dalam upacara;
  3. Dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah;
  4. Dalam acara pembukaan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah;
  5. Untuk menghormati kepala negara atau kepala pemerintahan negara sahabat dalam kunjungan resmi
  6. Dalam acara atau kegiatan olahraga internasional; dan
  7. Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Terlepas dari momen-momen yang mewajibkan untuk menyanyikannya, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga boleh digunakan untuk momen tertentu. pada pasal 59 ayat (2) disebutkan bahwa Lagu Kebangsaan dapat diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:

  1. Sebagai pernyataan rasa kebangsaan;
  2. Dalam rangkaian program pendidikan dan pengajaran;
  3. Dalam acara resmi lainnya yang diselenggarakan oleh organisasi, partai politik, dan kelompok masyarakat lain; dan/atau
  4. Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni internasional

Penggunaan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pun diatur secara pasti.

Mulai dari cara menggunakan sampai cara bersikap saat menyanyikan pun telah diatur dengan jelas. Menurut pasal 60 pada bagian ketiga UU, tata cara penggunaan Lagu Kebangsaan adalah sebagaimana berikut:

  • Lagu Kebangsaan dapat dinyanyikan dengan diiringi alat musik, tanpa diiringi alat musik,ataupun diperdengarkan secara instrumental.
  • Lagu Kebangsaan yang diiringi alat musik, dinyanyikan lengkap satu strofe, dengan satu kali ulangan pada refrein.
  • Lagu Kebangsaan yang tidak diiringi alat musik, dinyanyikan lengkap satu stanza pertama, dengan satu kali ulangan pada bait ketiga stanza pertama.

Sebagai tambahan dari pasal 61, apabila Lagu Kebangsaan dinyanyikan lengkap tiga stanza, bait ketiga pada stanza kedua dan stanza ketiga dinyanyikan ulang satu kali. Sementara sikap hadirin tertulis pada Pasal 62 yang berisi bahwa setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.

Jangan sembarangan menggunakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karena larangannya telah tertulis secara jelas.

Jika Baraya berniat meng-cover atau menggunakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dalam karyamu dan berbagai acaramu, Baraya juga perlu memperhatikan larangan ini. Berdasarkan pasal 64 di bagian keempat UU Nomor: 24 tahun 2009, setiap orang dilarang:

  1. Mengubah Lagu Kebangsaan dengan nada, irama, katakata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan Lagu Kebangsaan;
  2. Memperdengarkan, menyanyikan, ataupun menyebarluaskan hasil ubahan Lagu Kebangsaan dengan maksud untuk tujuan komersial; atau
  3. Menggunakan Lagu Kebangsaan untuk iklan dengan maksud untuk tujuan komersial.

Itu dia beberapa aturan dan tata cara dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya, jadi intinya undang-undang negara sudah mengatur dan memberi batasan yang jelas mengenai seperti apa dan harus bagaimana dalam menyanyikan lagu kebangsaan ini. yang jelas Baraya harus berhati hati dalam menyanyikan dan harus tahu bagaimana sikap yang harus digunakan pada saat sedang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi Baraya semua…:D.

Selamat HUT RI ke-72…Indonesia satu Kerja Sama !!!

#IngatRadioIngatCakra

#GeberMerdekaBray

Jul201704

ibu dan anak

Kalau Bayi bisa ngomong pasti mereka akan mengungkapkan seperti apa sih tipe dari sosok ibu yang senantiasa menjaga dan merawat mereka. Dan ternyata sifat dari seorang ibu bisa dilihat dari cara ibu dalam mengasuh anak-anaknya loh. Nah berikut ini beberapa karakter unik yang dimiliki seorang ibu kira-kira yang mana nih yang sesuai dengan Baraya…

1.       TIPE PERFEKSIONIS

Buat si ibu yang perfeksionis segala sesuatu nya harus selalu sempurna, biasanya tipe ibu yang satu ini sibuk mencari tahu tentang bagaimana sih cara mengasuh anak yang baik dan benar. Kalau Baraya termasuk tipe ibu perfeksionis ini biasanya akan melakukan banyak hal demi memberikan hal yang terbaik kepada anak. Baraya juga selalu mengusahakan supaya anak-anak nya selalu bahagia, sehat dan bersih setiap harinya. Menjadi ibu yang perfeksionis memang tidak ada salahnya. Tapi jangan jadikan hal ini sebagai beban. Saat gagal jangan takut untuk mencoba hal yang baru. Belajar untuk menerima kesalahan akan membuat Baraya menjadi ibu yang bebas dari stres

2.       TIPE RUTINITAS

Segala aktivitas selalu mengikuti jadwal. Sebisa mungkin Baraya selalu mengikuti jadwal yang sudah dibuat. Mulai dari jadwal bangun tidur, makan, mandi hingga jadwal nyemil. Semuanya diikuti sesuai jadwal yang dibuat. Hal ini memang baik untuk melatih disiplin pada anak. Tapi, tahukah Baraya  jika akan ada kejadian yang tidak terduga yang harus merelakan saat aktivitas Baraya terganggu. Jadi berlaku fleksibel pun perlu Baraya lakukan.

3.       SI SANTAI

Bukan tidak dapat melakukan aktvitas secara baik, namun Baraya lebih merasa fleksibel. Ada beberapa kejadian yang terjadi tidak sesuai prediksi dapat Baraya lakukan dengan tenang. Sayangnya mengasuh secara santai pun tidak selamanya baik., sebaiknya dalam kondisi tertentu bersikap lebih perfeksionis. Sikap terlalu santai akan membuat anak menjadi sulit untuk bertanggungjawab.

4.       TERLALU CEMAS

Sebagai seorang ibu adalah hal yang wajar jika Baraya ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Merasa khawatir adalah hal yang wajar, namun jika khawatir berlebihan akan membuat anak sulit untuk berkembang. Rasa cemas yang berlebihan dapat mempengaruhi perkembangannya.Perlu kesabaran dan latihan untuk membiarkan anak untuk bebas mengeksplore dirinya. Terlalu cemas dan khawatir terhadap anak akan membuatnya rendah diri dan kurang percaya diri. Hal ini juga akan membuat anak jadi tergantung pada Baraya.

Itu dia beberapa karakter unik dari seorang Ibu, ternyata ada banyak kelebihan dari setiap karakter unik itu ya dan yang pasti dari semua karakter unik itu intinya setiap ibu senantiasa menginginkan yang terbaik dalam memberikan pendidikan dan kasih sayang terhadap anaknya. Kira kira dari semua tipe dan karakter unik diatas yang mana nih yang cocok dengan Baraya ?

Jun201712

20140630_090736_puasa-anak-latihan

Bulan ramadhan bukan hanya di jalani oleh orang dewasa saja tetapi menjadi ajang pembelajaran baru bagi si kecil, bukan hanya sekedar belajar agama saja tetapi juga belajar untuk mengendalikan diri dan kesabaran. Nah tapi bagaimana sih caranya agar si kecil bisa berpuasa dengan baik dan benar untuk pertama kalinya ?

  1. AJAK ANAK PUASA

Baraya  sudah bisa mengajarkan anak puasa sejak usia 5-6 tahun. Pertama yang bisa Baraya lakukan adalah mengajaknya lebih dulu untuk puasa, tidak perlu dipaksa. Ia akan penasaran apa itu puasa, dari sini Baraya bisa menjelaskan seperti apa itu puasa dan mengapa kita perlu melakukannya.

  1. AJAK ANAK MENYIAPKAN MAKANAN FAVORITNYA

Baik saat berbuka maupun sahur, coba Baraya  masak makanan yang disukai anak agar ia bersemangat melakukan puasa.

  1. JAUHKAN DAN MENYEMBUNYIKAN SEMUA MAKANAN DAN MINUMAN DARI PANDANGAN

Anak-anak akan sangat mudah tergoda ketika ada makanan dan minuman di depannya, bahkan mencium aroma makanan sudah mampu membuat mereka menyerah puasa. Nah, untuk mengatasinya, Baraya harus bisa menciptakan suasana puasa. Seperti misalnya tidak memasak jika belum mendekati waktu berbuka, tidak mengajak anak ke tempat-tempat ia akan melihat makanan.

  1. MENGINGATKAN ANAK UNTUK TIDAK BERAKTIVITAS MENGURAS TENAGA

Anak-anak biasanya suka bermain dan berlarian, ingatkan bahwa ia akan cepat lelah dan membuat puasanya batal. Untuk membuatnya tetap aktif dan tidak bosan, gantikan dengan aktivitas seperti membaca, mewarnai dan main game.

  1. BIARKAN ANAK TIDUR SIANG

Ketika anak tidur siang, tidak akan terasa puasanya. Cara ini membantunya tetap bisa menjalani puasa seharian. Dan pastinya mudah membuat anak mengantuk di siang hari, apalagi jika ia ikut bangun saat sahur.

  1. PUJI KEBERHASILANNYA

Baraya  Tidak perlu selalu menghadiahinya dengan barang, cukup dengan pujian yang tulus. Ini akan membuatnya bersemangat untuk menjalani tantangan puasa esok harinya.

Nah itu beberapa cara yang bisa Baraya terapkan untuk mengajari si kecil melakukan puasa untuk pertama kalinya. Ingat ya namanya anak-anak jangan terlalu dipaksa ya yang penting dia kuat untuk menjalani puasa.

1234...13berikutnyaHalaman 1 dari 5