Jul201725

muda

Indonesia tidak hanya sekedar kaya akan sumber daya alamnya tetapi memiliki beragam budaya dan adat istiadat beserta keunikannya. Selain kekayaan itu indonesia memiliki potensi sumber daya manusianya yang oke, dari lebih 250 juta penduduk indonesia mayoritas adalah usia yang produktif, artinya Indonesia memiliki jumlah anak muda yang sangat  banyak. Tidak sekedar usia saja yang muda namun juga memiliki wawasan yang luas dan rasa ingin tahu yang besar menjadikan anak muda menjadi salah satu generasi yang paling menjanjikan untuk menjaga dan melestarikan kekayaan indonesia untuk masa depan nanti. Anak Muda Indonesia, selain sebagai bagian dari generasi penerus bangsa ternyata juga memiliki keunikan tersendiri loh Baraya. Apa saja sih keunikannya ?

  1. PALING BAHAGIA DI DUNIA.

Siapa sangka, anak muda Indonesia tergolong sebagai anak muda yang paling bahagia di dunia. Hasil penelitian yang dilakukan sebuah organisasi Inggris, Varkey Foundation menyebutkan skor yang dimiliki anak muda Indonesia mencapai 90 persen. Angka tersebut termasuk paling besar di antara 20 negara lainnya seperti India, Amerika Serikat, China, Rusia, Kanada, Brasil, Afrika Selatan, Jerman, Inggris, Korea Selatan, dan masih banyak lainnya. Parameter kebahagiaan dari penelitian ini melingkupi tentang kepuasaan anak muda terhadap hidup mereka. Penelitian ini dilakukan pada September-Oktober 2016 dengan responden kelahiran 1995 hingga 2001. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka merasa puas dengan kehidupannya. Optimisme yang dimiliki anak muda pun cenderung besar. Kesehatan emosional mereka pun baik seperti tingginya perasaan dicintai.

  1. PENGGUNA INTERNET PALING BANYAK.

Era keterbukaan informasi ini mendukung banyaknya orang menggunakan ponsel pintar (smartphone). Tak heran apabila jumlah pengguna internet di Indonesia sangat banyak. Merujuk pada data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia disebutkan bahwa sebanyak 97,4% orang Indonesia banyak mengakses media sosial dengan internet. Ada pun rentang usia pengguna internet paling banyak ditempati oleh anak muda. Sebanyak 80% anak muda pada usia 20-24 tahun dan 25-29 tahun adalah pengguna internet. Angka tersebut setara dengan 22,3 juta jiwa penduduk Indonesia.

  1. KREATIF DAN PENUH IDE SEGAR.

Anak muda identik dengan golongan yang bebas dan tak mau dikekang. Kebebasan tersebut jika dikelola dengan baik akan mengarah pada hal positif di mana mereka punya banyak ide segar di pikirannya. Nah, anak muda Indonesia ini terbukti punya kreativitas yang tinggi dalam berbagai bidang keahlian, misalnya film, musik, kesenian, animasi, desain, dan lainnya. Bahkan, banyak di antaranya yang berhasil bersaing di kancah internasional.

  1. BANYAK YANG PUNYA BISNIS DI INDUSTRI KREATIF.

Jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekitar 1,65% dari total penduduk. Angka tersebut terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan negara lainnya. Namun demikian, seiring kemudahan teknologi dan informasi jumlah pengusaha di Indonesia akan semakin meningkat. Hal tersebut terjadi lantaran generasi muda banyak yang tertarik terjun ke dunia bisnis. Ide atau inovasi yang dimiliki oleh anak muda pun diaplikasikan dalam sebuah bisnis. Berawal dari sekadar hobi, banyak anak muda memanfaatkan peluang yang ada untuk mendapatkan pundi-pundi uang. Mereka pun terjun ke dunia bisnis yang selaras dengan rencananya. Industri kreatif di Indonesia pun semakin marak diminati anak muda.

  1. PUNYA SEMANGAT TINGGI DAN PANTANG MENYERAH.

Memiliki semangat yang tinggi dan pantang menyerah adalah karakter yang melekat dari anak muda. Bagi anak muda, kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda. Ketika jatuh pun mereka tak segan untuk segera bangkit dan memulai kembali. Mereka selalu memiliki rasa percaya diri yang besar untuk mencapai keinginan mereka.

Jadi bangga ya menjadi bagian dari generasi anak muda Indonesia yang memiliki semangat, wawasan dan juga kreatifitas tinggi ? selain itu anak muda Indonesia dianggap memiliki aura positif dalam menjalani hidup mereka.

Sumber : Brilio.net

Jul201719

karakter1

Spesial Hari Anak Nasional 23 Juli 2017

Dewasa ini perkembangan jaman semakin maju sehingga sangat berpengaruh besar terhadap lingkungan pergaulan anak. Oleh karena itu sebagai orang tua, Baraya harus pintar-pintar membagi prioritas terutama prioritas menjaga dan membantu tumbuh kembang sang anak. Apalagi jaman sekarang sedang marak kasus bullying yang terjadi di lingkungan pergaulan anak dan semakin memprihatinkan. Salah satu hal yang bisa mengindarkan anak kita dari bullying adalah sikap mandiri, cerdas dan percaya diri. Oleh karena itu Baraya harus menghindari kesalahan ini jika ingin anak Baraya tumbuh menjadi anak yang cerdas, mandiri dan percaya diri….

Cuma Menyuruh Tanpa Memberi Contoh

Tindakan memiliki efek yang lebih besar daripada kata-kata di dalam pikiran anak-anak. Jika Baraya sebagai orang tua hanya menyuruhnya ini itu tapi tak langsung memberi contoh atau jadi panutan, maka anak tak akan mau mendengarkan Baraya.

Memaksakan Kehendak Pribadi pada Anak

Sebagian orang tua ada yang ingin anak-anaknya mengikuti jejak atau pilihan orang tuanya. Kehendak pribadi dipaksakan pada anak. Anak sengaja diarahkan hanya dengan menuruti keinginan pribadi tanpa memperhatikan kehendak yang dimiliki anak sendiri.

Mencegah Anak Mengambil Risiko

Namanya juga orang tua, pastinya nggak mau si anak terluka atau menderita. Sehingga Baraya jadi terlalu melindunginya. Sampai-sampai Baraya tak memperbolehkannya mengambil risiko. Padahal anak perlu diarahkan untuk berani mengambil risiko. Dengan begitu, ia bisa mengambil pelajaran dari pengalamannya itu sendiri, membangun asa percaya diri, dan pastinya akan lebih matang dalam perkembangan mentalnya.

Terburu-Buru Menyelamatkan Anak

Saat ini, banyak orang tua yang terlalu terburu-buru membantu atau menyelamatkan anak dari sebuah situasi. Padahal, anak-anak juga perlu belajar menghadapi sebuah situasi sulit. Sehingga ia bisa belajar dari pengalaman itu dan dapat lebih mandiri ke depannya. Kalau sekiranya anak mampu menyelesaikan sebuah situasi sendiri, maka beri ia waktu untuk mengatasinya. Baraya baru turun tangan jika memang betul-betul diperlukan.

Menuruti Semua Kemauan Anak

Hal ini umumnya dialami oleh pasangan muda yang baru jadi orang tua. Kadang karena merasa belum sempurna dan merasa bersalah, Baraya merasa punya kewajiban untuk selalu membahagiakan anak. Menuruti semua keinginannya. Padahal hal ini bisa membuat anak jadi manja. Nantinya kalau dewasa, takutnya ia jadi pribadi yang arogan dan egois

Tak Berbagi Pengalaman

Anak bisa berbuat nakal atau berulah. Kadang menasihatinya saja tak cukup. Di sini Baraya perlu memberi contoh dan berbagi pengalaman. Misalnya, berbagi soal pengalaman dulu saat remaja yang sering berbuat ulah. Lalu menjelaskan soal pelajaran yang Baraya dapat dari pengalaman tersebut. Dampak apa saja yang diakibatkan juga bagaimana pengalaman itu mengubah karakter Baraya. Dengan begitu, secara tidak langsung Baraya juga membangun ikatan dengan buah hati.

Intinya setiap orang tua sebetulnya memiliki cara dan metode dalam mengasuh anaknya, dan sebagai orang tua Baraya juga harus senantiasa belajar demi memberikan contoh yang positif bagi sang anak. Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat Hari Anak Nasional 2017.

1234...37berikutnyaHalaman 1 dari 5