Jul201719

karakter1

Spesial Hari Anak Nasional 23 Juli 2017

Dewasa ini perkembangan jaman semakin maju sehingga sangat berpengaruh besar terhadap lingkungan pergaulan anak. Oleh karena itu sebagai orang tua, Baraya harus pintar-pintar membagi prioritas terutama prioritas menjaga dan membantu tumbuh kembang sang anak. Apalagi jaman sekarang sedang marak kasus bullying yang terjadi di lingkungan pergaulan anak dan semakin memprihatinkan. Salah satu hal yang bisa mengindarkan anak kita dari bullying adalah sikap mandiri, cerdas dan percaya diri. Oleh karena itu Baraya harus menghindari kesalahan ini jika ingin anak Baraya tumbuh menjadi anak yang cerdas, mandiri dan percaya diri….

Cuma Menyuruh Tanpa Memberi Contoh

Tindakan memiliki efek yang lebih besar daripada kata-kata di dalam pikiran anak-anak. Jika Baraya sebagai orang tua hanya menyuruhnya ini itu tapi tak langsung memberi contoh atau jadi panutan, maka anak tak akan mau mendengarkan Baraya.

Memaksakan Kehendak Pribadi pada Anak

Sebagian orang tua ada yang ingin anak-anaknya mengikuti jejak atau pilihan orang tuanya. Kehendak pribadi dipaksakan pada anak. Anak sengaja diarahkan hanya dengan menuruti keinginan pribadi tanpa memperhatikan kehendak yang dimiliki anak sendiri.

Mencegah Anak Mengambil Risiko

Namanya juga orang tua, pastinya nggak mau si anak terluka atau menderita. Sehingga Baraya jadi terlalu melindunginya. Sampai-sampai Baraya tak memperbolehkannya mengambil risiko. Padahal anak perlu diarahkan untuk berani mengambil risiko. Dengan begitu, ia bisa mengambil pelajaran dari pengalamannya itu sendiri, membangun asa percaya diri, dan pastinya akan lebih matang dalam perkembangan mentalnya.

Terburu-Buru Menyelamatkan Anak

Saat ini, banyak orang tua yang terlalu terburu-buru membantu atau menyelamatkan anak dari sebuah situasi. Padahal, anak-anak juga perlu belajar menghadapi sebuah situasi sulit. Sehingga ia bisa belajar dari pengalaman itu dan dapat lebih mandiri ke depannya. Kalau sekiranya anak mampu menyelesaikan sebuah situasi sendiri, maka beri ia waktu untuk mengatasinya. Baraya baru turun tangan jika memang betul-betul diperlukan.

Menuruti Semua Kemauan Anak

Hal ini umumnya dialami oleh pasangan muda yang baru jadi orang tua. Kadang karena merasa belum sempurna dan merasa bersalah, Baraya merasa punya kewajiban untuk selalu membahagiakan anak. Menuruti semua keinginannya. Padahal hal ini bisa membuat anak jadi manja. Nantinya kalau dewasa, takutnya ia jadi pribadi yang arogan dan egois

Tak Berbagi Pengalaman

Anak bisa berbuat nakal atau berulah. Kadang menasihatinya saja tak cukup. Di sini Baraya perlu memberi contoh dan berbagi pengalaman. Misalnya, berbagi soal pengalaman dulu saat remaja yang sering berbuat ulah. Lalu menjelaskan soal pelajaran yang Baraya dapat dari pengalaman tersebut. Dampak apa saja yang diakibatkan juga bagaimana pengalaman itu mengubah karakter Baraya. Dengan begitu, secara tidak langsung Baraya juga membangun ikatan dengan buah hati.

Intinya setiap orang tua sebetulnya memiliki cara dan metode dalam mengasuh anaknya, dan sebagai orang tua Baraya juga harus senantiasa belajar demi memberikan contoh yang positif bagi sang anak. Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat Hari Anak Nasional 2017.