Antara Kemeriahan dan Mitos Gerhana
Mar201607

Tanggal 9 Maret 2016 bertepatan sama Hari Raya Nyepi nanti bakal ada Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi setiap 360 tahun sekali. Dan ini jadi salah satu trending topik di masyarakat, bahkan di berbagai kota persiapan menyambut GMT ini udah banyak dilakukan loh kayak di Palembang yang nanti bakal ada peluncuran Perangko Bergambar GMT bertepatan dengan terjadinya fenomena ini. Di palu bahkan para musisi lokal membuat panggung unik dari bambu untuk  pertunjukan kesenian bertajuk “Eclipse Festival 2016”. Dan masih banyak lagi deh acara-acara yang dibikin buat memeriahkan fenomena GMT ini. Nah buat Baraya Cakra yang memang udah punya rencana buat liat langsung GMT ini jangan lupa bawa kacamata khusus sama sunblock ya biar Baraya Cakra terlindungi dari sinar matahari.

Tapi dibalik kemeriahan persiapannya ini tau ga sih Baraya Cakra ada beberapa mitos seputar GMT ini yang berkembang di kalangan masyarakat loh apalagi di Indonesia sendiri budaya karuhun masih melekat pisan kayak mitos kalau lagi Gerhana Matahari ibu-ibu hamil dilarang keluar rumah, dan anak-anak kecil di sembunyikan di dalam rumah. Atau bahkan di Agama Hindu mereka harus memukuli panci atau peralatan masak intinya bikin suara seribut mungkin untuk menakut nakuti Iblis Rahu, soalnya mereka percaya kalau Gerhana Matahari ini terjadi karena ada Iblis ini melewati bumi dan mau memakan Matahari. Tapi mitosnya engga melulu soal yang serem serem juga, bahkan di Italia mereka beranggapan kalau menanam bunga pas lagi Gerhana Matahari nanti bunga yang tumbuh menjadi lebih bagus dari biasanya.

Terlepas dari kemeriahan dan mitos mitos tentang Gerhana Matahari Total, Satu hal yang pasti dan harus dihayati sama Baraya Cakra adalah ga usah takut untuk menghadapi Fenomena Gerhana Matahari Total, tapi dinikmati aja ya keseruannya kapan lagi coba bisa lihat Fenomena 360 tahun sekali ini ? dan inget hati-hati juga ya jangan sampai pas lagi asik liat Gerhana Matahari malah kecopetan kan jadi ga asik lagi.